Gegar Budaya Petani Jawa #1 (Ki Sondong Mandali)

Februari 27, 2008 at 2:19 pm Tinggalkan komentar


(Curah Gagas Renaisans Jawa menuju Indonesia Tamansasri Dunia)

Pendahuluan

Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPP NU) Jawa Tengah mengundang saya untuk ikut ‘urun rembuk’ dalam mempersiapkan Lokakarya Pemberdayaan Perekonomian Rakyat.  Dalam rembuk-rembuk yang diadakan, maka saya ‘nyelethuk’ bahwa persoalan utama dalam pemberdayaan perekonomian rakyat adalah mengupayakan ‘perlawanan’ terhadap situasi dan kondisi mental bangsa Indonesia yang cenderung negatif.  Saya sebutkan 5 kriteria karakter negatif tersebut:

1.      Mental nyadhong : adalah karakter/watak meminta-minta dengan segala cara à yang melahirkan budaya suap.

2.      Mental nggemblong : adalah karakter ‘melengket’ kepada pihak yang berkuasa/punya duit/pegang proyek à yang melahirkan budaya mental budak dan mengemis.

3.      Mental nyolong : adalah karakter suka mencuri à melahirkan budaya korupsi.

4.      Mental nggarong : adalah karakter merampas hak dan harta orang lain à melahirkan budaya ‘bancakan’ harta negara.

5.      Mental ndomblong : adalah karakter yang tidak pedulian terhadap situasi dan kondisi yang ada à melahirkan sikap apatis terhadap permasalahan bangsa sampai mengonsumsi narkoba.

Ke 5 karakter negatif tersebut berpotensi merusak pranata ‘sosial-ekonomi-budaya’ nasional yang ujungnya bisa menghadirkan ‘Kiamat Peradaban’ bagi bangsa Indonesia.  Oleh karena itu perlu diselisik akar permasalahan mendasar yang menjadi penyebab utama lahirnya ke 5 karakter negatif tersebut.  Tulisan ini merupakan wacana ‘curah gagas’ untuk menganalisa persoalan yang diharapkan bisa berdampak positif, melahirkan kesadaran ‘merasa bangga menjadi dan memiliki Indonesia’.

Pada tulisan ini diwacanakan tentang ‘Gegar Peradaban Petani Jawa’ dengan pertimbangan bahwa budaya dan peradaban Jawa yang memiliki pengaruh besar terhadap budaya dan peradaban Indonesia.  Sementara mayoritas penduduk Jawa adalah petani, maka ‘gegar peradaban’ petani Jawa akan sangat besar pengaruhnya terhadap pranata ‘sosial-ekonomi-budaya’ Indonesia.  Demikian pula, sejarah panjang peradaban petani Jawa telah mewarnai sejarah Nusantara sejak jaman prasejarah hingga saat ini.  Dinamika perubahan peradaban petani Jawa secara langsung dan tidak langsung berkaitan dengan ‘kemakmuran’ dan ‘kesejahteraan’ negara-negara yang pernah ada di Jawa hingga ke NKRI.

Sebagai ‘wacana curah gagas’, maka tulisan ini juga dimaksudkan untuk terjadinya ‘dialog’ dan ‘diskusi’ cerdas demi memperoleh ide-ide guna mendukung dan mengawal eksistensi Indonesia sampai jauh ke masa depan.  

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

KAMINOLOGI (terjemahan dari e-mail ke wajaseta2001) Gegar Budaya Petani Jawa #2 (Ki Sondong Mandali)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Menerima

  • 24,721 kunjungan

Klik tertinggi

  • Tak ada

KDP Web Blog

Blog Ki Denggleng. Memuat berbagai tulisan KDP dan Mitra

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: