Indonesia Maritim #2: Indonesia dalam Bible

Agustus 22, 2014 at 3:11 pm Tinggalkan komentar


perahu-bercadik-borobudurMaka tak mengherankan bila arkeolog Giorgio Buccelati menemukan wadah berisi cengkih di rumah seorang pedagang di Terqa, Efrat Tengah, yang hidup dalam kurun 1700 SM. Atau arkeolog Inggris, Julian Reade, menemukan sisa-sisa domba atau biri-biri di pulau Timor dari kurun masa hampir sama (1500 SM). Tak ada penjelasan lain yang paling mungkin, selain cengkih yang masa itu hanya tumbuh di kepulauan Maluku dan biri-biri yang hanya dikembang-biakkan di Timur Tengah, dibawa oleh para pelaut Indonesia.

Ptolemeus sendiri menyebut beberapa kali kata baroussai, yang diyakini adalah kota dagang kuno Barus di (pantai Barat) Sumatera Tengah, sebagai penghasil kayu barus (kapur barus, WDW), dan pengekspor bahan-bahan utama pembuatan balsam untuk pengawetan mayat Raja Ramses II pada 5000 SM. Ptolemeus juga yang menyebut sebuah kata yang juga dimuat dalam kitab tertua di Yunani, Periplous tes Erythrais Thalasses (Periplous of the Erythrean Sea) yang ditulis pada pertengahan abad 1 M: Chrisye. Kata yang tidak lain menunjuk pada kepulauan di Indonesia, Sumatera khususnya.

Periplous menyebut kata itu dalam penjabarannya tentang 4 jenis kapal yang ditemukan di India, yang dua diantaranya sangara dan kolandiaphonta dibuktikan keasliannya adalah kapal-kapal penjelajah samudera buatan orang Indonesia. Kata kolandiaphonta pun sebenarnya merupakan suatu transkripsi dari terminologi Cina, kun-lun-po, yang berarti “kapal dari selatan”, nama Cina untuk pulau Sumatera atau Jawa.

Bahkan Bible dalam 1 Raja-raja 9:27-28 mengisahkan tentang Hiram dari 1000 SM yang mengikuti Salomo dan mempersembahkan barang bawaan kapal-kapalnya berupa emas, perak, gading, kera, serta burung merak (1 Raja-raja 10:22). Kata-kata yang notabene, setelah ditelusuri asal-usulnya tidak berasal dari bahasa Timur Tengah, Bahasa India, Sanskerta atau Pali, tetapi dari bahasa Dravida di Tamil Selatan. Suatu daerah yang mengisahkan kejayaan hebat lain dari para pelaut Indonesia.

Entry filed under: Budaya, lain-lain, Networking, spiritual. Tags: , , , , , , .

Indonesia Maritim: Berakhirnya Tipuan Ajisaka #1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Subscribe to the comments via RSS Feed


Menerima

  • 24,721 kunjungan

Klik tertinggi

  • Tak ada

KDP Web Blog

Blog Ki Denggleng. Memuat berbagai tulisan KDP dan Mitra

Pos-pos Terbaru


%d blogger menyukai ini: